Kenapa penyakit kanker makin banyak terjadi di dunia

penyebab-kanker

 

Penyebab tingginya Penyakit Kanker

Penyebab tingginya penyakit kanker adalah :

  1. kurangnya pencegahan sejak dini yang relatif lebih mudah dan murah jika sudah terkena kanker.
  2. Pola makan yang salah seperti: banyak makan daging sedikit sayur dan buah menggunakan pengawet,penyedap,pewarna, mengunakan wadah plastik sebagai tempat proses memasak ( oven), pengolahan makanan yang lebih banyak di goreng daripada di rebus atau tim 
  3. pola hidup yang tidak sehat: seperti kurang olahraga, kurang tidur, tidak mengelola stress

Angka kasus kanker di dunia terus meningkat,termasuk  di Indonesia.Walau sebagian masyarakat sudah mulai sadar bahaya penyakit kanker, namun belum diikuti dengan pencegahan. Padahal pencegahan kanker sangat bisa dilakukan karena factor resiko kanker menurut penelitian para ahli , faktor genetik hanya menyumbang  10 persen, sedangkan pola hidup kita sebagai penyumbang terbesar penyebab kanker yaitu 90 persen. Maka tidak berlebihan jika Kanker dimasukan dalam  penyakit gaya hidup. Faktor lingkungan pencetus kanker bukan hanya aneka polusi termasuk infeksi bibit penyakit (kanker leher rahim, kanker hati) dan banyak faktor lain lagi, di luar asap rokok, asap industri, asbes, selain faktor kurang tidur ,banyak begadang, kebanyakan konsumsi gula pasir, kekurangan pasokan oksigen sebab napas pendek dan dangkal, serta faktor stres. Peran terbesar dari gaya hidup, yakni apa yang kita makan salah.

Hindari zat zat penumbuh sel kanker atau makanan sel kanker

Zat tambahan dalam makanan seperti penyedap, pewarna, pengawet, pemanis buatan, serta begitu banyak lagi zat kimiawi baru dalam industri makanan, 4P( penyedap,pewarna,pengawet,pemanis) adalah makanan dari sel kanker & tumor jinak,

  • Belum lagi kebiasaan menggunakan wadah plastic yang amat akrab dengan keseharian. Tidak semua plastik aman, termasuk plastik untuk kemasan makanan minuman.Besar kemungkinan partikel-partikel kimia menempel terhadap makanan waktu di masak di dalam microwave dalam suhu tinggi.
  • Hindari minum dari botol plastik atau air kemasan plastik sebab dapat menjadi air terkontaminasi bersama zat kimia dari kemasan.
  • kesalahan dalam memilih makanan,dintaranya yang amat menentukan adalah kelebihan daging harian amat menentukan.

 

Terungkap dari buku "The China Study" bahwa konsumsi daging (dan lemak) berlebihan menambah besar risiko terkena kanker. Kita tahu orang China secara genetik bersifat homogen. Jadi kalau ada provinsi yang angka kankernya lebih tinggi dibanding provinsi lainnya, itu disebabkan bukan oleh faktor genetik, melainkan faktor kelebihan makan daging. Wanita dengan bibit kanker payudara (BRCA) dan makan dagingnya berlebihan, berisiko terkena kanker payudara lebih besar dibanding yang tidak makan daging berlebihan. Apalagi kalau selain doyan daging, kurang gerak pula. Bagi lelaki dengan banyak makan daging, akan berisiko terkena kanker prostat.

 

Usaha pencegahan penyakit kanker bisa dilakukan dengan  membatasi asupan daging berlebihan,konsumsi ikan dan banyak sayur dan buah.Konsumsi Daging harus dihentikan jika sedang dalam  pengobatan kista atau kanker karena zat zat kimia bisa terbawa di dalam dagingkarena zat kimia yang di suntikan atau di konsumsi ternak.

 Bahwa sejatinya tubuh manusia juga membutuhkan asupan daging untuk pasokan protein hewaninya. Tubuh juga butuh lemak. Namun yang terjadi pada orang sekarang, menu meja makannya bukan lagi menu yang sesuai dengan kodrat tubuh, yakni lebih banyak karbohidrat, lebih sedikit protein dan sedikit saja lemak sebagaimana menjadi tuntutan menu seimbang ("balanced diet").

Menu masyarakat  modern sudah melawan kodrat tubuh, karena rata-rata orang sekarang terobsesi dengan  makan daging berlebihan  atau "Tiger Diet'. Kodrat tubuh selain protein daging tidak berlebihan, menu harian lebih banyak sumber nabati (plant-based food) dibanding bahan makanan hewani (animal-based food). Maka pilihannya bukan bistik, yang dagingnya sekali tubruk bisa sampai 2-3 ons, dan hanya sedikit sayur dari buncis dan wortel, sedikit pula karbo dari kentang. Konsumsi daging harian cukup sepotong empal (80 Gram), selebihnya dari tahu dan tempe, serta biji-bijian dan kacang-kacangan. Sehingga yang bersesuaian dengan kodrat tubuh kita dan yang menyehatkan itu gado-gado, karedok, sayur asam, pepes ikan dan ikan laut dalam (kerapu) sebagaimana isi meja makan nenek moyang kita dulu.

 

Dan kesalahan kedua dalam memilih daging, daging merah dan daging olahan (sosis, burger, ham) sudah diimbau WHO agar dijauhi. Lebih menyehatkan memilih ikan, dan sebaiknya ikan laut sebagai sumber protein hewani, selain dari telur. Daging merah masih boleh dipilih bila jenis daging ternak yang bukan diberi pakan concentrated animal food operations (CAFO) melainkan yang diberi rumput, termasuk ayam kampung dan babi hutan. Demikian pula sayur-mayur dan bebuahan pilih yang organik ketimbang yang bukan. Tidak pula memilih sayur dan buah rekayasa genetik (genetic modified organism, GMO) yang sama berisiko mencetuskan kanker. Namun dalam hidup bersosial, tentu ada saat kita sukar menolak ajakan dijamu makan bistik, atau menu daging berlebihan lainnya. Hanya sesekali tentu tidak lebih buruk dibanding kalau setiap hari.

 

Salam sehat.

 

sumber diambil dari artikel Dr, Handrawan Nadesul

Leave a Reply